One Of The Way for Success!!

"Menjaga kualitas ibadah"

Matahari sudah di ufuk bagian barat saat aku memandangnya dari tangga yang menghadap kaca besar di depan ballroom dan lobby sebuah hotel berbintang di kawasan Senen, Jakarta. Terlihat lelah walau sisa-sisa semburat sinarnya masih melintang sepanjang langit, kuning pasi beriak-riak menembus cakrawala lalu perlahan redup habis ditelan langit senja. Sejurus kemudian malampun turun, disinilah aku mulai merenung panjang tentang orang-orang hebat yang aku temui disini kawan.

Yupz..aku memang bertemu orang-orang hebat disini kawan, orang-orang yang berpenghasilan luar biasa dahsyat tanpa bekerja keras dalam jangka waktu lama. Bahkan yang membuat aku ternganga adalah ada seorang mantan tukang cabai yang sekarang penghasilannya mencapai puluhan juta rupiah per bulan, wuih! Sebuah produk kalung berbasis Multilevel Marketing lah yang membuat mereka bisa seperti ini, dan aku disini hadir atas undangan temanku untuk melihat seminar ruitn yang mereka adakan.

Awalnya, seminar berjalan biasa saja dan terkesan monoton. pengenalan produk, demo produk dan sambutan-sambutan terasa sangat membosankan. Namun, semua itu terobati saat mereka sang orang-orang hebat ini naik pentas untuk memberikan pengalaman mereka. Aku terkesima mendengar cerita-cerita mereka kawan, cerita yang tenang bagai aliran air tapi dapat menggebu-gebukan hati, mendobrak tak biasa relung-relung nurani dan memecahkan kaca-kaca keraguan. Ehm..karakter orang-orang MLM memang.

Namun, yang paling membuatku berdecak kagum adalah cara mereka menjaga kualitas ibadahnya, setidaknya itu terlihat saat sang orang-orang hebat ini bergantian ke Mushala untuk melaksanakan shalat Ashar dan Maghrib di sela-sela padatnya acara seminar. Bayangkan kawan, disaat banyak orang yang gelap mata ketika berada di puncak kesuksesan tapi mereka tidak, mereka berhasil melawan pusaran-pusaran godaan setan yang memang hanya akan menjerumuskan ke dalam jurang kenistaan. Dan dari sanalah pikiranku beranjak menuju suatu gaung gemerincing realita yang menggumam pelan, beginilah seharusnya hidup dijalankan.

Mendekatkan diri pada Tuhan untuk meminta sesuatu dan memohon petunjuk adalah dasar prioritas yang harus dijalankan sebelum usaha-usaha yang lain seperti kerja keras, disiplin, tanggung jawab, kejujuran dan lain sebagainya. Karena hanya Tuhan yang berhak atas nasib dan jalan hidup kita. Oleh karena itu, marilah kawan kita tingkatkan kadar kualitas ibadah kita karena berangkat dari sinilah jalan kesuksesan diretas.

Subhanallah!!
Allahu akbar!!

Life Is Mysterious

"Kenyataan kadang lebih indah daripada mimpi"

Barack Obama adalah salah satu sosok yang larut dalam pernyataan itu. Kemenangannya pada pemilu Amerika Serikat beberapa minggu lalu memang terlihat fantastis, bukan hanya untuk dirinya tapi mungkin bagi semua orang dan negara yang menghirup oksigen di dunia ini bahkan hingga negara-negara yang anti-Amerika sekalipun. Dia memang sosok misterius yang menyihir dunia dengan kata-kata nan damai yang meluncur dari mulutnya, dia mengubah pandangan semua orang tentang Amerika, dia berjanji deras tak terkira yang terasa hambar namun menyejukkan tanpa bisa dibantah.

Fenomenal memang pria yang pernah menetap dan sekolah di Indonesia ini walau tugas berat sudah menanti mulai tahun depan. Namun, aku yakin kawan dia akan mampu menjalankan tugasnya dengan baik dan menepati janji-janjinya karena "feeling-ku" dia bukan tipe orang yang "omong doang". Pemikirannya sangat jernih dan selalu tepat sasaran, mencengangkan tapi berprinsip. Itulah Barack Obama.

Tapi kawan, apakah Obama kecil pernah bermimpi untuk menjadi presiden Amerika? Ehm..aku tidak yakin, aku lebih yakin dia sama seperti kita saat kecil yaitu bercita-cita menjadi Dokter, Insinyur, Direktur, Astronout dan sebagainya ataupun kalau dia pernah bermimpi menjadi presiden pasti bukan presiden negara Adidaya seperti Amerika.

Namun, Tuhan berkata lain. Tuhan telah menggariskan seorang Barack Obama untuk memimpin negara dan mungkin akan kembali membawa perdamaian bagi umat manusia di muka bumi yang memang telah lama hilang ditelan kolonialisme, digerogoti feodalis keliberalan dan terisolasi digdaya kesombongan.

Bagaimana? Indah bukan kawan jalan hidup seorang Obama yang tenang namun mempunyai kebrilianan-kebrilianan layaknya Aristoteles, tangan Tuhan telah memberinya kekuatan untuk menyihir publik yang sama sekali tak pernah dia bayangkan sebelumnya serupa juga saat Tuhan menjodohkan Copernicus dengan ilmu-ilmu khayal luar biasa tentang jagat raya ini.

Oleh karena itu, jangan pernah takuti hidup kalian kawan tapi hadapi layaknya kau mengembarai indahnya mimpi-mimpi. Sambangi kenyataan!

Akhirnya!!

Wah..akhirnya bisa ngepost lagi!!

Duch..ga kerasa dah ampir 2 minggu aku tak posting-posting disini?? Bukannya apa-apa kawan, aku baru saja menunaikan tugasku sebagai mahasiswa yang baik!! yaitu, UTS (Ujian Tengah Semester).

Yupz, berpeluh-peluh dengan soal selama seminggu penuh memang sangat menguras staminaku apalagi ujian ini mengharuskanku duduk di depan komputer selama berjam-jam!! Tapi, aku bersyukur karena bisa melewati semuanya dengan lancar walau masih agak deg-degan buat nunggu hasil.

Oia..selama seminggu ini banyak banget pelajaran dan pencerahan yang aku dapat, baik itu pengalaman sendiri atau lihat realita orang lain terutama sahabat-sahabatku tercinta. Dan, sebentar lagi semua pengalaman itu akan meluncur lewat posting-postingku berikutnya!!

Tungguin yach guys!!

I love U all!!
God bless U!!

Berani Berbuat Berani Bertanggung Jawab

Minggu, 9 November 2008 dini hari.

Itulah akhir cerita hidup dari Amrozi, Imam Samdura dan Muklas. Yupz, pelaku bom Bali I ini mengakhiri episodenya dengan eksekusi mati di tangan 3 regu tembak. Tapi tenang kawan, aku disini takkan membicarakan tentang riwayat hidup Amrozi cs ini. Aku hanya akan mengambil setiap hikmah dan pelajaran yang dapat kita petik dari semua kejadian ini.

Berani berbuat berani bertanggung jawab! Mungkin pelajaran ini yang harus kita petik dari mereka kawan, karena aku merasa sikap ini sudah sangat luntur oleh kehidupan metroplitan yang serba sandiwara. Padahal sikap inilah yang dibutuhkan untuk menjadi ksatria dan pahlawan baik bagi diri sendiri ataupun orang lain.

Aku sebenarnya sangat kagum melihat Amrozi cs dengan sangat berani mengungkapkan bahwa memang merekalah yang merupakan dalang Bom Bali I walaupun tanpa bukti yang autentik yang bisa meyakinkan itu semua. Coba kau bandingkan dengan orang-orang yang mengaku lulusan universitas-universitas terkemuka di dalam atau luar negeri dengan gelar Sarjanz, Doktor atau apapun itu yang disidang di pengadilan Tipikor kawan! Adakah yang berlaku seperti Amrozi cs? Aku yakin tidak ada, mereka pasti mengelak dan berkelit kawan padahal ada bukti autentik yaitu sadapan suara mereka!

Muakkah kau dengan semua itu? Aku sudah sangat muak kawan, aku tak tahan dengan semua ini. Dimanakah hati nurani mereka? Dimana jiwa ksatria mereka? Apalagi aku sangat miris melihat mereka yang hanya divonis 5 tahun mengajukan banding, ah..manusiakah mereka? Lihat, Amrozi cs yang tidak membuat semua orang menderita saja tidak pernah melakukan banding tapi mengapa mereka yang membuat semua rakyat menangis kelaparan masih "protes" saat hanya divonis 5 tahun?

Aku berharap kawan, mereka bisa kembali ke jalan yang benar agar negara kita bisa bangkit seperti dulu!!

God Bless Indonesia!!

Kalian Adalah Yang Terbaik

"Anak-anakku terkasih, midtest sudah di hadapan kita. Gunakan waktu sebaik-baiknya untuk belajar sunguh-sungguh dan jaga kesehatan. Semangat dan Sukses Selalu."

Itu isi sms yang kuterima semalam dari Ibu Direktur dimana ku bernaung dan kuliah saat ini. Sederhana memang tapi punya efek yang luar biasa dan entah kenapa nancep dalam banget di hatiku kawan.

Bukannya apa-apa, akhir-akhir ini aku merasa amat tidak siap menghadapi Ujian Tengah Semester yang akan berlangsung minggu depan. Mungkin karena aku belum memahami dan mendalami materi-materi mata kuliah. Namun, setelah membaca sms itu entah kenapa lilin-lilin semangatku yang sempat padam kembali menyala terang, ombak-ombak keyakinan yang surut kembali membahana membentuk badai keoptimisan yang luar biasa.

Mungkin itulah fungsi orang-orang terdekat yang menyayangi dan mencintai kita. Dan kadang di saat terpuruklah kita baru menyadari betapa pentingnya mereka di hidup kita. Mereka laksana sebuah oasis di padang gurun kepesimistisan, mereka adalah sang pahlawan-pahlawan kecil saat kita hampir menyerah pada pasukan keraguan, merekalah bintang hati yang terus bersinar.

Dan, hari ini. Aku ingin sekali mengucapkan terima kasih pada semua orang di dunia ini yang terus mencintai dan mendukungku. tanpa kalian aku takkan pernah menjadi apa-apa.

God bless you all!!

Seandainya Hidup Bisa Memilih

"Aku ingin kau jadi jodohku, Greysia Polii"

Uwh..terdengar ekstrem dan impossible memang, seorang mahasiswa dari kawasan antah-berantah ingin mempersembahkan dan mendedikasikan sisa hidupnya pada seorang atlet Badminton tumpuan Indonesia. Tapi, itulah yang bergema di hatiku saat sang pujaan kembali hadir di liputan olahraga hari Sabtu dan Minggu kemarin.

Karena memang getah-getah cinta dapat meruntuhkan kemapanan-kemapanan teori logis dan memporak-porandakan kebrilianan-kebrilianan sikap masuk akal. Cinta adalah ruang dimensi marjinal yang terkontaminasi teorema binomial keindahan lalu bersama membentuk larutan-larutan ketidaklogisan.

Mungkin kalian menganggap ini hanya sebuah euforia atau obsesif kompulsif menurut Andrea Hirata dan dalam bahasa medis disebut Greysianus kronis stadium 4. Namun, rencana Tuhan siapa yang tahu? Aku percaya, Tuhan punya rencana luar biasa di depan buatku dan mbak Greys.

Ah..seandainya hidup bisa memilih!

Well, apapun yang terjadi nantinya aku yakin sampai kapanpun mbak Greys akan tetap jadi bintang di langit kehidupan aku. Akan terus menyinari setiap belahan diriku, akan tetap menjadi detak jantungku dan oksigen dalam setiap hela nafasku.

I love U mbak Greys..

Tuhan tahu tapi menunggu

Saat masih di SMA aku sangat bermimpi untuk kuliah di sebuah universitas negeri yang besar di kota metroplitan dengan jurusan yang elegan seperti FIKOM atau Psikologi dan sejak itu aku banyak belajar tentang ilmu-ilmu itu kawan, belajar sangat giat untuk meraih mimpi-mimpi itu. tapi, memang kita manusia hanya bisa merencanakan dan berusaha, keputusan akhir tetap milik Sang Pencipta.

Juga kadang kenyataan memang jauh dari mimpi-mimpi kita dan itulah yang terjadi padaku, Tuhan malah menuliskan garis nasibku untuk terdampar di sebuah kampus kecil yang bila kau masuk dari pintu utama kau akan langsung bertemu dengan semua elemen-elemen di dalamnya. Dan yang lebih celaka lagi aku mengambil jurusan yang tak pernah kudalami sebelumnya. Komputer. Walau ku tahu kampusku ini adalah satu dari sedikit kampus berkualitas di kotaku namun ini bukan impianku kawan.

Tapi, Tuhan memang maha adil, dia selalu menciptakan kebaikan di setiap keburukan, menyelipkan putih diantara hitam dan melahirkan hikmah di setiap kejadian. begitu pula denganku, di tengah keraguan dan keputusasaanku. Aku menemukan seberkas lilin di kampusku ini, Mengembangkan bakat terpendam adalah apinya dan bakat akting adalah isi cahaya terangnya. Yupz, saat sekolah dulu aku memang mengikuti kegiatan Teater cuma aku tidak dipandang sama sekali, hanya pemeran pembantu atau figuran yang akrab denganku padahal aku tahu kemampuanku lebih dari itu.

Dan, kesempatan untuk mengubah segalanya lah yang aku lihat di sini dan dengan penuh tekad dan semangat juang '45 aku berusaha mewujudkannya. Hasilnya, sukses besar! Dari, ide cerita, tim produksi, Sutradara sampai pemeran utama menjadi milikku bahkan sambutan hangat penonton saat pertama kali perform di acara ultah kampus menjadi bagian kesuksesan ini.

Kawan, aku sangat terharu saat itu dan ternyata hidup memang untuk dinikmati bukan untuk disesali. kadang, banyak kegagalan yang terjadi karena tidak mau mengambil pengalaman dari apa yang telah terjadi sepahit apapun itu.

Akhirnya, titik puncak dari semua ini adalah saat kami perform di depan anak-anak junior saat OPSPEK. Karena Tuhan ternyata mengabulkan mimpiku yang lain yaitu punya penggemar dan itulah yang Tuhan lakukan saat ini. Aku kehabisan kata-kata kawan untuk mengungkapkan kesempurnaan Tuhan dalam mengatur hidup ini, kesempurnaan Tuhan menyusun mozaik-mozaik hidupku menjadi lukisan kenyataan yang tak ternilai harganya.

Kawan, mimpimu adalah hidupmu. Jangan pernah berhenti bermimpi walau kau takkan pernah tahu kapan mimpimu akan terwujud tapi yakinlah suatu saat Tuhan akan mewujudkan semuanya dengan cara yang sama sekali tak kau duga.

Ingatlah, Tuhan mendengar tapi Dia menunggu!