Selamat Hari Ibu

"22 Desember"

9 bulan dalam kandungan, saat lahir mempertaruhkan nyawa, sepanjang hidup tanpa lelah mengasihi anaknya. Kasih sayangnya melebihi apapun bahkan melebihi sayangnya pada nyawanya sendiri, pengorbanannya lebih luas samudera, cintanya tak bertepi.

Dia adalah seorang orang tua, dia adalah seorang teman, dia adalah seorang sahabat, dia adalah seorang motivator ulung, dia adalah seorang psikiater, dia adalah seorang dokter, dia adalah seberkas cahaya terang di kegelapan, dia adalah setetes air di dalam dahaga, dia mengajarkan dunia, dia memberi tahu cara bertahan hidup dan dia adalah cinta sejati seorang anak.

Especially for you Mom!!
Selamat hari Ibu!!
Terima kasih atas kasih, sayang, pengorbanan dan kesetiaannya menghadapiku selama ini!!
Takkan ada yang bisa menggantikanmu dan semua yang telah kau berikan takkan pernah terukur oeh apapun bahkan dengan nyawaku sekalipun!!
Namamu akan selalu terukir di hatiku, di detak jantungku, di hembusan nafasku, di jejak langkahku dan di setiap doaku!!
I Love You Mom!!
God Bless U!!

Bukan Untuk Disesali

"Menangis di Thailand"

Mungkin itu yang dirasakan segenap pemain dan offisial Timnas Indonesia. Membawa mimpi dan semangat optimis untuk membalikkan prediksi setelah kalah 0-1 di leg pertama tapi alih-alih untuk menang, Timnas Garuda malah kembali takluk 2-1 di kaki anak-anak muda Thailand pada leg kedua semifinal Piala AFF 2008 di Bangkok 20/12 lalu. Menyakitkan sekaligus ironi memang kawan apalagi Indonesia sempat unggul lewat gol bunuh diri Nattaporn Phanrit pada menit ke-10 sebelum Teerathep Winothai dan Ronnachai Rangsiyo merobek jala Markus Horison pada menit ke-73 dan 87 sekaligus mengubur mimpi Bambang Pamungkas cs untuk memboyong trophy ke Tanah Air pertama kalinya atau sekedar masuk final.

Kegagalan ini seakan menambah daftar panjang kegagalan Timnas di ajang Internasional juga menambah rasa rindu penggemar sepak bola untuk melihat Indonesia kembali berprestasi. Entah kapan mimpi dan kerinduan itu akan terobati. Namun, Timnas memang takkan menyerah masih ada banyak kejuaraan di depan yang harus disikapi secara profesional agar target yang selama ini dibebankan mampu diraih.

Begitu juga dengan kegagalan-kegagalan yang kita alami kawan hendaknya dihadapi dengan besar hati. Sedih dan kecewa atas kegagalan adalah sikap yang wajar tapi yakinlah kegagalan itu bukan untuk disesali. Karena penyesalan bukan tindakan bijak yang harus dilakukan. Masih ada hari esok yang lebih baik, masih ada masa depan cerah untuk kita songsong, masih ada mimpi-mimpi indah menari-nari di angan kita.

Coba bayangkan saat hidupmu seakan terhenti karena kegagalan apakah dunia dan orang sekitarmu juga ikut berhenti hidupnya? Tidak akan pernah kawan bahkan untuk sekedar menoleh mengucap simpati-pun sulit.

Untuk itu, tetap jaga motivasi, fokus pada tujuan, perbaiki kesalahan, pelajari pengalaman, pertahankan kelebihan juga rajinkan beribadah untuk mencapai kesuksesan kawan. Ingat, habis gelap terbitlah terang, setelah kegagalan pasti ada sebuah kesuksesan.

Kesuksesan seorang bukan diukur dari seberapa cepat dia meraih kesuksesan itu melainkan seberapa cepat dia bangkit dari sebuah kegagalan.

Kekurangan Kadang Begitu Berarti

"Menjadi yang terbaik tidak harus tampil sempurna"

Cristiano Ronaldo jadi contoh paling mutakhir atas kasus ini, pemain sepakbola berjuluk CR7 ini baru saja menasbihkan dirinya sebagai pemain terbaik Eropa dengan meraih gelar Baloon d'Or. Gelar yang selalu diimpikan setiap pebola yang tampil di daratan Eropa. Dia memang tampil trengginas sejak musim lalu, tak heran banyak yang kagum atas bakat pemain kelahiran Madeira, 5 November 1985 ini.

Namun layaknya 2 sisi mata koin yang berlawanan, Ronaldo juga tidak lepas dari citra negatif baik di dalam ataupun luar lapangan. Pemain yang mencetak 42 gol dan berhasil membawa Manchester United memboyong dua gelar musim lalu ini dianggap terlalu arogan, sombong dan terkesan angkuh. Tapi kawan, aku berpikir sifat buruknya itu adalah bahan bakar untuk mesin hidupnya. Aku tidak yakin kemampuan luar biasa bermain bolanya bisa tereksplore maksimal bila tak diimbangi sifat-sifat seperti itu bahkan mungkin akan hilang seperti debu yang menguap diterpa angin. Bukankah ada tipe orang yang punya kemampuan brilian namun hanya bisa keluar jika diiringi sifat-sifat negatif dan Ronaldo adalah salah satu orang seperti itu.

Selain itu, aku merasa karakter kuat, tangguh dan pantang menyerah seorang Ronaldo juga didapat dari sikap angkuh dan arogan tersebut. Ingat, saat Piala Dunia 2006 dia sempat diejek publik Inggris karena memprovokasi Wayne Rooney teman satu timnya namun dia berhasil melewatinya lalu saat dia jadi sorotan media karena isu kepindahannya ke Real Madrid Ronaldo kembali mampu membuktikan dirinya tidak terpengaruh dengan tampil menawan.

Tetapi, jangan kau salah artikan tulisanku ini kawan. Karena aku sadar semua ini belum tentu benar dan aku tahu masih banyak sifat lain yang tak terjamah olehku yang membuat Ronaldo bisa seperti ini. Namun, setidaknya Ronaldo memberikan sebuah pelajaran yaitu untuk menjadi yang terbaik kita tidak perlu tampil sempurna. Adakalanya kita harus menunjukkan sifat negatif kita agar semua orang mampu menerima kita apa adanya, dengan begini kita tidak perlu melakukan ketidakjujuran pada orang lain ataupun diri sendiri.

Oia..Tuhan memberikan satu pesan untukku via Ronaldo, pesan bahwa kadang kekurangan tidak selalu mengundang keburukan. Itulah mungkin alasan Tuhan menciptakan kekurangan. Dan pesan itulah yang menghantam kepalaku, pesan yang membuatku makin kuat untuk menjalani hidupku dengan kekurangan-kekuranganku.