Jangan Menyerah!

"Tuhan takkan membawa kamu sejauh ini hanya untuk meninggalkan kamu"

Yang pernah nonton film D'Bijis pasti tak aneh dengan kata-kata diatas. Yupz, kalimat itu memang kuambil dari film tersebut. Bule (Gary Iskak) memberikan kalimat tersebut pada Asri (Rianti Cartwright) saat Asri mulai kehilangan semangat dan putus asa untuk meraih cita-citanya, mengembalikan dan mempersatukan kembali band D'Bandits yang sempat pecah akibat kematian sang vokalis yang merupakan kakak dari Asri.

Ok, sebenarnya aku bukan mau menceritakan sinopsis film D'Bandits kawan tapi aku ingin mengambil arti lebih dalam tentang kalimat di atas. Kalimat itu memang terdengar agak rumit namun ternyata bagi orang awam artinya sangat sederhana, "Setiap masalah pasti ada solusinya"

Itulah bahasa sederhananya. Kawan, banyak orang yang putus asa karena permasalahan mereka tak kunjung usai, mereka menganggap masalahnya adalah masalah yang paling rumit di dunia ini, mereka menilai tak ada orang yang bisa menolongnya. Hanya Tuhan yang bisa menyelamatkannya tapi celakanya mereka juga kadang menasbihkan Tuhan tidak adil dan selalu jauh darinya.

Padahal kawan, Tuhan takkan mungkin memberikan masalah tanpa solusi. Dia selalu memberikan jalan yang terbaik bagi umatnya terlepas itu kesuksesan atau kegagalan tapi yang pasti Tuhan takkan meninggalkan kita di dalam kubang masalah dan palung kesusahan yang dalam tanpa ada penawarnya. Memang, kadang Tuhan membiarkan dulu kita bergelut dengan hal tersebut karena Tuhan ingin melihat kita berusaha untuk keluar dari masalah tersebut. Ingat, hidup butuh perjuangan dan pengorbanan kan kawan!

Lihat Einstein, Adam Smith, Thomas Alfa Edison, Copernicus, Issac Newton dan banyak lagi yang lainnya. Mereka tak pernah menyerah dan berkeluh-kesah untuk menemukan sesuatu yang baru walaupun beratus-ratus kali timbul-tenggelam dalam lubang kegagalan. Karena mereka yakin dan percaya mereka akan berhasil dan Tuhan selalu berada disampingnya.

Kawan, seberat dan serumit apapun kalian punya masalah yakinlah bahwa di depan sana terentang solusi terbaik, terpancar terang dan berkilauan. Karena Tuhan akan selalu di sisimu untuk menemanimu menjalani hidup.

Selamat Jalan, Luri!

"Died is must not choice"

2009 memang baru berjalan 12 hari namun kedukaan telah merajam dalam pada perasaanku. Dimulai dari Agresi Israel di jalur Gaza dan tenggelamnya KM Teratai di perairan Majene Sulbar, kini aku dikejutkan dengan berpulangnya Luri ke sisi-Nya pada 11 Januari 2009, kemarin. Bagi sebagian orang nama Luri mungkin asing di telinga tapi tidak bagi aku dan semua elemen kampusku karena penyanyi jebolan salah satu kontes pencarian bakat di salah satu stasiun TV swasta beberapa tahun lalu ini sempat mengisi acara Ulang Tahun kampus pada April 2008 lalu bersama sang suami Arjuna, yang juga berprofesi sebagai penyanyi.

Belum genap setahun memang setelah pertemuan kami yang menyenangkan itu sebelum akhirnya ajal menjemputnya setelah koma 4 hari sehabis melahirkan anak pertama. Ehm..miris memang kawan, apalagi aku sempat berfoto bersamanya, ngobrol bahkan memberikan sedikit surprise di lagu terakhir dia. Kami shock bukan main! Kenapa begitu cepat Tuhan memanggilnya?

Namun kawan, lagi aku mendapatkan pelajaran dari semua ini kalau ternyata jalan hidup memang tak bisa ditebak maupun diramalkan. Semuanya menjadi hak preogratif Tuhan, rezeki, jodoh maupun kematian memang bisa datang kapan dan dimana saja. Mengintai layaknya sniper pada film-film action. Tuhan telah menggariskannya di bumi, menuliskannya di langit tapi tak ada yang berhak tahu samapi harinya tiba. Karena memang begitulah Tuhan bekerja dan seharusnya hidup dijalankan.

Kematian adalah keharusan bukan pilihan. Setiap orang pasti merasakannya tanpa terkecuali. Oleh karena itu, sesungguhnya kematian bukan hal yang patut ditakuti tapi dihadapi. Dihadapi dengan persiapan dan bekal yang cukup agar tujuan kita setelah mati bisa tercapai. Bukankah kehidupan yang abadi adalah kehidupan setelah mati? Dan bukankah tujuan kita semua adalah abadi di Surga pada kehidupan akan datang?

Untuk itulah kawan, marilah kita persiapkan bekal kita untuk menyongsong kematian dan kehidupan abadi selagi masih ada waktu. Perbanyak ibadah dan amal karena kita tak tahu ajal akan menjemput kita.

Selamat jalan, Luri!
Semoga kau tenang di sisi-Nya!

Tutup 2008, tatap 2009

"The end is start a new beginning"

Perjalanan panjang 2008 telah usai lalu diganti oleh 2009. Dan layaknya tahun baru berawal, semua diliputi batu granit keoptimisan juga diselimuti lempengan-lempengan atmosfer keyakinan tingkat tinggi untuk merajut harapan, mimpi dan keinginan-keinginan baru menuju kesuksesan. Mengakhiri untuk memulai sesuatu yang baru.

Namun, untuk itu kita harus bercermin kawan! Bercermin pada apa yang telah terjadi di 2008, karena tidak adil rasanya bila kita hanya membicarakan masa depan tanpa menoleh kepada pengalaman. Mumpung belum terlalu jauh kita tinggalkan, mari kita sejenak merenung sebelum benar-benar kita akhiri untuk mulai menatap tahun baru.

Seperti perjalanan-perjalanan panjang sebelumnya, 2008 pasti diwarnai pelangi-pelangi cerita dan hitam-putih kemarginalan panggung kehidupan. Cerita-cerita indah takkan terlupakan hingga pengalaman-pengalaman pahit yang ingin kita kubur dan buang jauh-jauh pasti mengisi dan membayang di benak kalian kawan.

Well, bagiku 2008 adalah tahun yang bisa dibilang fenomenal, banyak moment-moment luar biasa yang sulit terlupakan, harapan-harapan yang terwujudkan dan mimpi-mimpi berubah menjadi kenyataan. Impian-impian besar yang selama ini hanya dapat ku jelajahi lewat khayalan dan fantasi akhirnya benar-benar terjadi juga sesuatu yang hampir saja kujadikan obsesi bahkan ikut-ikutan tertulis di lembar kehidupanku sebagai nasib yang harus dijalankan.

Oia..kawan, bagiku obsesi adalah sesuatu hal yang kemungkinan untuk terjadinya sangat kecil. Persentasenya 15 berbanding 85 sehingga akan sulit mewujudkannya jadi menjalankannya pun hanya dengan realistis. Itu berbeda dengan mimpi, mimpi kebalikan dari obsesi. Mimpi adalah sesuatu yang persentase terjadinya sangat besar apabila kita selalu berusaha dan fokus untuk mencapainya.

Ok, balik lagi ke tema kita. Jadi overall 2008 adalah tahun keberuntungan yang akan tertulis di buku sejarah kehidupanku dengan tinta emas melambangkan masa-masa kejayaan yang takkan pudar dan lekang dimakan waktu.

Dan itulah yang membuatku optimis dan yakin akan datangnya tahun baru, aku merasa sangat siap untuk menantang semua rintangan, menghadapi semua tantangan dan menyambangi kenyataan yang akan datang bergelombang di 2009. Namun aku sadar bahwa aku tak boleh jemawa, terlalu yakin apalagi sombong karena aku tak ingin anti-klimaks di tahun ini. Anti-klimaks seperti Timnas Thailand di piala AFF kemarin, tampil sangat luar biasa dari penyisihan sampai semifinal tapi melempem di partai final. Sangat menyakitkan rasanya hanya karena sebuah khilaf yang kecil, yaitu meremehkan dan sombong.

Oleh karena itu, aku mengucapkan Selamat Tahun Baru bagi kalian semua kawan! Mari kita tutup 2008 sekaligus mengakhirinya lalu menatap 2009 dan mengawalinya dengan senyuman, semangat juga cinta bukan dengan kesombongan atau keangkuhan. Semoga di tahun ini, semua bisa menjadi lebih baik. Peace!