Selamat Jalan, Luri!

"Died is must not choice"

2009 memang baru berjalan 12 hari namun kedukaan telah merajam dalam pada perasaanku. Dimulai dari Agresi Israel di jalur Gaza dan tenggelamnya KM Teratai di perairan Majene Sulbar, kini aku dikejutkan dengan berpulangnya Luri ke sisi-Nya pada 11 Januari 2009, kemarin. Bagi sebagian orang nama Luri mungkin asing di telinga tapi tidak bagi aku dan semua elemen kampusku karena penyanyi jebolan salah satu kontes pencarian bakat di salah satu stasiun TV swasta beberapa tahun lalu ini sempat mengisi acara Ulang Tahun kampus pada April 2008 lalu bersama sang suami Arjuna, yang juga berprofesi sebagai penyanyi.

Belum genap setahun memang setelah pertemuan kami yang menyenangkan itu sebelum akhirnya ajal menjemputnya setelah koma 4 hari sehabis melahirkan anak pertama. Ehm..miris memang kawan, apalagi aku sempat berfoto bersamanya, ngobrol bahkan memberikan sedikit surprise di lagu terakhir dia. Kami shock bukan main! Kenapa begitu cepat Tuhan memanggilnya?

Namun kawan, lagi aku mendapatkan pelajaran dari semua ini kalau ternyata jalan hidup memang tak bisa ditebak maupun diramalkan. Semuanya menjadi hak preogratif Tuhan, rezeki, jodoh maupun kematian memang bisa datang kapan dan dimana saja. Mengintai layaknya sniper pada film-film action. Tuhan telah menggariskannya di bumi, menuliskannya di langit tapi tak ada yang berhak tahu samapi harinya tiba. Karena memang begitulah Tuhan bekerja dan seharusnya hidup dijalankan.

Kematian adalah keharusan bukan pilihan. Setiap orang pasti merasakannya tanpa terkecuali. Oleh karena itu, sesungguhnya kematian bukan hal yang patut ditakuti tapi dihadapi. Dihadapi dengan persiapan dan bekal yang cukup agar tujuan kita setelah mati bisa tercapai. Bukankah kehidupan yang abadi adalah kehidupan setelah mati? Dan bukankah tujuan kita semua adalah abadi di Surga pada kehidupan akan datang?

Untuk itulah kawan, marilah kita persiapkan bekal kita untuk menyongsong kematian dan kehidupan abadi selagi masih ada waktu. Perbanyak ibadah dan amal karena kita tak tahu ajal akan menjemput kita.

Selamat jalan, Luri!
Semoga kau tenang di sisi-Nya!

0 komentar: