"The end is start a new beginning"
Perjalanan panjang 2008 telah usai lalu diganti oleh 2009. Dan layaknya tahun baru berawal, semua diliputi batu granit keoptimisan juga diselimuti lempengan-lempengan atmosfer keyakinan tingkat tinggi untuk merajut harapan, mimpi dan keinginan-keinginan baru menuju kesuksesan. Mengakhiri untuk memulai sesuatu yang baru.
Namun, untuk itu kita harus bercermin kawan! Bercermin pada apa yang telah terjadi di 2008, karena tidak adil rasanya bila kita hanya membicarakan masa depan tanpa menoleh kepada pengalaman. Mumpung belum terlalu jauh kita tinggalkan, mari kita sejenak merenung sebelum benar-benar kita akhiri untuk mulai menatap tahun baru.
Seperti perjalanan-perjalanan panjang sebelumnya, 2008 pasti diwarnai pelangi-pelangi cerita dan hitam-putih kemarginalan panggung kehidupan. Cerita-cerita indah takkan terlupakan hingga pengalaman-pengalaman pahit yang ingin kita kubur dan buang jauh-jauh pasti mengisi dan membayang di benak kalian kawan.
Well, bagiku 2008 adalah tahun yang bisa dibilang fenomenal, banyak moment-moment luar biasa yang sulit terlupakan, harapan-harapan yang terwujudkan dan mimpi-mimpi berubah menjadi kenyataan. Impian-impian besar yang selama ini hanya dapat ku jelajahi lewat khayalan dan fantasi akhirnya benar-benar terjadi juga sesuatu yang hampir saja kujadikan obsesi bahkan ikut-ikutan tertulis di lembar kehidupanku sebagai nasib yang harus dijalankan.
Oia..kawan, bagiku obsesi adalah sesuatu hal yang kemungkinan untuk terjadinya sangat kecil. Persentasenya 15 berbanding 85 sehingga akan sulit mewujudkannya jadi menjalankannya pun hanya dengan realistis. Itu berbeda dengan mimpi, mimpi kebalikan dari obsesi. Mimpi adalah sesuatu yang persentase terjadinya sangat besar apabila kita selalu berusaha dan fokus untuk mencapainya.
Ok, balik lagi ke tema kita. Jadi overall 2008 adalah tahun keberuntungan yang akan tertulis di buku sejarah kehidupanku dengan tinta emas melambangkan masa-masa kejayaan yang takkan pudar dan lekang dimakan waktu.
Dan itulah yang membuatku optimis dan yakin akan datangnya tahun baru, aku merasa sangat siap untuk menantang semua rintangan, menghadapi semua tantangan dan menyambangi kenyataan yang akan datang bergelombang di 2009. Namun aku sadar bahwa aku tak boleh jemawa, terlalu yakin apalagi sombong karena aku tak ingin anti-klimaks di tahun ini. Anti-klimaks seperti Timnas Thailand di piala AFF kemarin, tampil sangat luar biasa dari penyisihan sampai semifinal tapi melempem di partai final. Sangat menyakitkan rasanya hanya karena sebuah khilaf yang kecil, yaitu meremehkan dan sombong.
Oleh karena itu, aku mengucapkan Selamat Tahun Baru bagi kalian semua kawan! Mari kita tutup 2008 sekaligus mengakhirinya lalu menatap 2009 dan mengawalinya dengan senyuman, semangat juga cinta bukan dengan kesombongan atau keangkuhan. Semoga di tahun ini, semua bisa menjadi lebih baik. Peace!
0 komentar:
Posting Komentar