"Menjadi yang terbaik tidak harus tampil sempurna"
Cristiano Ronaldo jadi contoh paling mutakhir atas kasus ini, pemain sepakbola berjuluk CR7 ini baru saja menasbihkan dirinya sebagai pemain terbaik Eropa dengan meraih gelar Baloon d'Or. Gelar yang selalu diimpikan setiap pebola yang tampil di daratan Eropa. Dia memang tampil trengginas sejak musim lalu, tak heran banyak yang kagum atas bakat pemain kelahiran Madeira, 5 November 1985 ini.
Namun layaknya 2 sisi mata koin yang berlawanan, Ronaldo juga tidak lepas dari citra negatif baik di dalam ataupun luar lapangan. Pemain yang mencetak 42 gol dan berhasil membawa Manchester United memboyong dua gelar musim lalu ini dianggap terlalu arogan, sombong dan terkesan angkuh. Tapi kawan, aku berpikir sifat buruknya itu adalah bahan bakar untuk mesin hidupnya. Aku tidak yakin kemampuan luar biasa bermain bolanya bisa tereksplore maksimal bila tak diimbangi sifat-sifat seperti itu bahkan mungkin akan hilang seperti debu yang menguap diterpa angin. Bukankah ada tipe orang yang punya kemampuan brilian namun hanya bisa keluar jika diiringi sifat-sifat negatif dan Ronaldo adalah salah satu orang seperti itu.
Selain itu, aku merasa karakter kuat, tangguh dan pantang menyerah seorang Ronaldo juga didapat dari sikap angkuh dan arogan tersebut. Ingat, saat Piala Dunia 2006 dia sempat diejek publik Inggris karena memprovokasi Wayne Rooney teman satu timnya namun dia berhasil melewatinya lalu saat dia jadi sorotan media karena isu kepindahannya ke Real Madrid Ronaldo kembali mampu membuktikan dirinya tidak terpengaruh dengan tampil menawan.
Tetapi, jangan kau salah artikan tulisanku ini kawan. Karena aku sadar semua ini belum tentu benar dan aku tahu masih banyak sifat lain yang tak terjamah olehku yang membuat Ronaldo bisa seperti ini. Namun, setidaknya Ronaldo memberikan sebuah pelajaran yaitu untuk menjadi yang terbaik kita tidak perlu tampil sempurna. Adakalanya kita harus menunjukkan sifat negatif kita agar semua orang mampu menerima kita apa adanya, dengan begini kita tidak perlu melakukan ketidakjujuran pada orang lain ataupun diri sendiri.
Oia..Tuhan memberikan satu pesan untukku via Ronaldo, pesan bahwa kadang kekurangan tidak selalu mengundang keburukan. Itulah mungkin alasan Tuhan menciptakan kekurangan. Dan pesan itulah yang menghantam kepalaku, pesan yang membuatku makin kuat untuk menjalani hidupku dengan kekurangan-kekuranganku.
0 komentar:
Posting Komentar