"Menjaga kualitas ibadah"
Matahari sudah di ufuk bagian barat saat aku memandangnya dari tangga yang menghadap kaca besar di depan ballroom dan lobby sebuah hotel berbintang di kawasan Senen, Jakarta. Terlihat lelah walau sisa-sisa semburat sinarnya masih melintang sepanjang langit, kuning pasi beriak-riak menembus cakrawala lalu perlahan redup habis ditelan langit senja. Sejurus kemudian malampun turun, disinilah aku mulai merenung panjang tentang orang-orang hebat yang aku temui disini kawan.
Yupz..aku memang bertemu orang-orang hebat disini kawan, orang-orang yang berpenghasilan luar biasa dahsyat tanpa bekerja keras dalam jangka waktu lama. Bahkan yang membuat aku ternganga adalah ada seorang mantan tukang cabai yang sekarang penghasilannya mencapai puluhan juta rupiah per bulan, wuih! Sebuah produk kalung berbasis Multilevel Marketing lah yang membuat mereka bisa seperti ini, dan aku disini hadir atas undangan temanku untuk melihat seminar ruitn yang mereka adakan.
Awalnya, seminar berjalan biasa saja dan terkesan monoton. pengenalan produk, demo produk dan sambutan-sambutan terasa sangat membosankan. Namun, semua itu terobati saat mereka sang orang-orang hebat ini naik pentas untuk memberikan pengalaman mereka. Aku terkesima mendengar cerita-cerita mereka kawan, cerita yang tenang bagai aliran air tapi dapat menggebu-gebukan hati, mendobrak tak biasa relung-relung nurani dan memecahkan kaca-kaca keraguan. Ehm..karakter orang-orang MLM memang.
Namun, yang paling membuatku berdecak kagum adalah cara mereka menjaga kualitas ibadahnya, setidaknya itu terlihat saat sang orang-orang hebat ini bergantian ke Mushala untuk melaksanakan shalat Ashar dan Maghrib di sela-sela padatnya acara seminar. Bayangkan kawan, disaat banyak orang yang gelap mata ketika berada di puncak kesuksesan tapi mereka tidak, mereka berhasil melawan pusaran-pusaran godaan setan yang memang hanya akan menjerumuskan ke dalam jurang kenistaan. Dan dari sanalah pikiranku beranjak menuju suatu gaung gemerincing realita yang menggumam pelan, beginilah seharusnya hidup dijalankan.
Mendekatkan diri pada Tuhan untuk meminta sesuatu dan memohon petunjuk adalah dasar prioritas yang harus dijalankan sebelum usaha-usaha yang lain seperti kerja keras, disiplin, tanggung jawab, kejujuran dan lain sebagainya. Karena hanya Tuhan yang berhak atas nasib dan jalan hidup kita. Oleh karena itu, marilah kawan kita tingkatkan kadar kualitas ibadah kita karena berangkat dari sinilah jalan kesuksesan diretas.
Subhanallah!!
Allahu akbar!!