Berani Berbuat Berani Bertanggung Jawab

Minggu, 9 November 2008 dini hari.

Itulah akhir cerita hidup dari Amrozi, Imam Samdura dan Muklas. Yupz, pelaku bom Bali I ini mengakhiri episodenya dengan eksekusi mati di tangan 3 regu tembak. Tapi tenang kawan, aku disini takkan membicarakan tentang riwayat hidup Amrozi cs ini. Aku hanya akan mengambil setiap hikmah dan pelajaran yang dapat kita petik dari semua kejadian ini.

Berani berbuat berani bertanggung jawab! Mungkin pelajaran ini yang harus kita petik dari mereka kawan, karena aku merasa sikap ini sudah sangat luntur oleh kehidupan metroplitan yang serba sandiwara. Padahal sikap inilah yang dibutuhkan untuk menjadi ksatria dan pahlawan baik bagi diri sendiri ataupun orang lain.

Aku sebenarnya sangat kagum melihat Amrozi cs dengan sangat berani mengungkapkan bahwa memang merekalah yang merupakan dalang Bom Bali I walaupun tanpa bukti yang autentik yang bisa meyakinkan itu semua. Coba kau bandingkan dengan orang-orang yang mengaku lulusan universitas-universitas terkemuka di dalam atau luar negeri dengan gelar Sarjanz, Doktor atau apapun itu yang disidang di pengadilan Tipikor kawan! Adakah yang berlaku seperti Amrozi cs? Aku yakin tidak ada, mereka pasti mengelak dan berkelit kawan padahal ada bukti autentik yaitu sadapan suara mereka!

Muakkah kau dengan semua itu? Aku sudah sangat muak kawan, aku tak tahan dengan semua ini. Dimanakah hati nurani mereka? Dimana jiwa ksatria mereka? Apalagi aku sangat miris melihat mereka yang hanya divonis 5 tahun mengajukan banding, ah..manusiakah mereka? Lihat, Amrozi cs yang tidak membuat semua orang menderita saja tidak pernah melakukan banding tapi mengapa mereka yang membuat semua rakyat menangis kelaparan masih "protes" saat hanya divonis 5 tahun?

Aku berharap kawan, mereka bisa kembali ke jalan yang benar agar negara kita bisa bangkit seperti dulu!!

God Bless Indonesia!!

0 komentar: