Tuhan tahu tapi menunggu

Saat masih di SMA aku sangat bermimpi untuk kuliah di sebuah universitas negeri yang besar di kota metroplitan dengan jurusan yang elegan seperti FIKOM atau Psikologi dan sejak itu aku banyak belajar tentang ilmu-ilmu itu kawan, belajar sangat giat untuk meraih mimpi-mimpi itu. tapi, memang kita manusia hanya bisa merencanakan dan berusaha, keputusan akhir tetap milik Sang Pencipta.

Juga kadang kenyataan memang jauh dari mimpi-mimpi kita dan itulah yang terjadi padaku, Tuhan malah menuliskan garis nasibku untuk terdampar di sebuah kampus kecil yang bila kau masuk dari pintu utama kau akan langsung bertemu dengan semua elemen-elemen di dalamnya. Dan yang lebih celaka lagi aku mengambil jurusan yang tak pernah kudalami sebelumnya. Komputer. Walau ku tahu kampusku ini adalah satu dari sedikit kampus berkualitas di kotaku namun ini bukan impianku kawan.

Tapi, Tuhan memang maha adil, dia selalu menciptakan kebaikan di setiap keburukan, menyelipkan putih diantara hitam dan melahirkan hikmah di setiap kejadian. begitu pula denganku, di tengah keraguan dan keputusasaanku. Aku menemukan seberkas lilin di kampusku ini, Mengembangkan bakat terpendam adalah apinya dan bakat akting adalah isi cahaya terangnya. Yupz, saat sekolah dulu aku memang mengikuti kegiatan Teater cuma aku tidak dipandang sama sekali, hanya pemeran pembantu atau figuran yang akrab denganku padahal aku tahu kemampuanku lebih dari itu.

Dan, kesempatan untuk mengubah segalanya lah yang aku lihat di sini dan dengan penuh tekad dan semangat juang '45 aku berusaha mewujudkannya. Hasilnya, sukses besar! Dari, ide cerita, tim produksi, Sutradara sampai pemeran utama menjadi milikku bahkan sambutan hangat penonton saat pertama kali perform di acara ultah kampus menjadi bagian kesuksesan ini.

Kawan, aku sangat terharu saat itu dan ternyata hidup memang untuk dinikmati bukan untuk disesali. kadang, banyak kegagalan yang terjadi karena tidak mau mengambil pengalaman dari apa yang telah terjadi sepahit apapun itu.

Akhirnya, titik puncak dari semua ini adalah saat kami perform di depan anak-anak junior saat OPSPEK. Karena Tuhan ternyata mengabulkan mimpiku yang lain yaitu punya penggemar dan itulah yang Tuhan lakukan saat ini. Aku kehabisan kata-kata kawan untuk mengungkapkan kesempurnaan Tuhan dalam mengatur hidup ini, kesempurnaan Tuhan menyusun mozaik-mozaik hidupku menjadi lukisan kenyataan yang tak ternilai harganya.

Kawan, mimpimu adalah hidupmu. Jangan pernah berhenti bermimpi walau kau takkan pernah tahu kapan mimpimu akan terwujud tapi yakinlah suatu saat Tuhan akan mewujudkan semuanya dengan cara yang sama sekali tak kau duga.

Ingatlah, Tuhan mendengar tapi Dia menunggu!

0 komentar: