"Aku bangga menjadi diriku. Terlebih lagi aku sekarang merasa bebas karena aku menerima diriku apa adanya, termasuk kelemahan dan kekuatanku. Perasaan itu membuatku tidak takut untuk menjadi diri sendiri dan melakukan apa yang aku mau"
Itu adalah petikan jawaban Greysia Polii, atlet bulutangkis ganda putri tumpuan tim Indonesia saat diwawancarai sebuah majalah beberapa waktu lalu.
Ehm..kenapa Greysia Polii? Karena aku sangat mengagumi dan mengidolakannya serta sudah sejak sekitar 5 bulan terakhir aku menjadikannya inspirator dan motivator hidupku. Aku kagum dengan kepribadiannya yang apa adanya supel, ramah, lucu, gokil tapi tetap bisa bersikap dewasa. Keren kan? Oleh karena itu kawan, kalian bisa lihat di blog-ku ini terdapat beberapa kata yang berbau amis eh Greysia maksudnya seperti dreysia atau Deri Grey.
OK, back to theme!
Bebas menjadi diri sendiri adalah kalimat yang menarik untuk dibahas, saat kedewasaan mulai merasuki jiwa lalu bermetamorfosis dari ulat-ulat kekanakan yang merekah menjadi kupu-kupu dewasa indah yang bebas terbang kemana saja. Disitulah kita harus mulai memahami arti, jalan dan arah hidup serta menyadari untuk segera mencari identitas jati diri yang memang tidak mudah.
Dan, pada proses pencarian itulah keegoisan, kekerasan kepala dan kesombongan manusia benar-benar terlihat, mereka tidak akan peduli apa kata orang karena ini kehidupanku dan tidak ada orang yang boleh mempengaruhinya. Sindrome "Be Your Self", aku sebut seperti itu.
Yupz, kebanyakan dari kita salah memahami arti dari "Be Your Self". Ingat, manusia adalah makhluk sosial yang tidak bisa hidup sendiri dan mereka punya hak dan kewajiban yang harus dihargai jadi dengan kata lain bebas menjadi diri sendiri dan bebas melakukan apa yang aku mau pun ada batasnya yaitu norma-norma yang belaku di masyarakat.
Solusinya, kawan marilah kita ganti paradigma "Be Your Self" menjadi "Be Your Best Self". Jadilah dirimu yang terbaik, yang bisa menerima diri apa adanya termasuk kelemahan dan kekuatanku juga berani untuk menjadi diri sendiri dan bebas melakukan apa pun tanpa melanggar adat dan norma yang berlaku.
Ingat kawan, kepribadian kita bisa di bentuk.
0 komentar:
Posting Komentar